Tampilkan postingan dengan label Kompetisi Web Kompas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompetisi Web Kompas. Tampilkan semua postingan

Investo! "Investasikan Energimu untuk Bumi"

sebelum saya mengutarakan mengenai investasi energi kita untuk bumi , terlebih dahulu saya ucapkan Happy Birthday KOMPAS MUDA 5th, semoga kedepan bisa ikut berperan dalam pembangunan bangsa ini.

nah ngomong ngomong masalah mengenai investasi, sebagian dari kita pasti sudah mengetahui apa arti kata "investasi", ya "investasi" menurut saya adalah penanaman sesuatu (bisa modal, energi dll) yang nantinya akan dipersiapkan dan digunakan dalam jangka panjang. nah mengacu dari pengertian tersebut maksud dari investasikan energimu untuk bumi menurut saya adalah kita sedikit demi sedikit dapat mengurangi penggunaan sumber daya energi yang ada dibumi, artinya kita juga sedikit demi sedikit ikut berinvestasi untuk kelangsungan kehidupan di bumi untuk kemudian kelak.





tentunya kita sudah tahu bahwasanya jumlah sumber energi di bumi ini makin lama akan berkurang, tentunya eksploitasi berlebihan terhadap bumi akan mengakibatkan dampak yang buruk untuk kelangsungan hidup kita sendiri, dengan memulai belajar menghemat penggunaan listrik, penggunaan air, dan lainya. kita juga berarti berperan serta dalam berinvestasi energi untuk bumi kita, selain dengaan cara penghematan, kita juga bisa berperan serta dalam mejaga lingkungan bumi kita dengan ikut serta gerakan reboisasi, dan berbagai kegiatan yang mempunyai dampak yang baik terhadap lingkungan. sebagai contoh jika kita menanam satu pohon saja, tentunya pohon tersebut ikut berperan dalam mereduksi gas CO2 dan akan menambah suplai oksigen untuk bumi kita. coba anda hitung jika satu orang menanam 2 pohon saja dialikan jumlah penduduk dunia, tentunya kita dapat menurunkan angka kadar oksigen diudara, hal hal seperti itulah yang seharusnya mulai kita gerakkan. apalagi sebagai generasi muda, kita harus berperan aktif dalam menjaga kelestarian bumi kita.

nah mulai dari sekarang mari kita mulai berinvestasi untuk bumi kita dengan cara cara yang telah saya jelaskan tadi, diharapkan dengan berinvestasi ini kelak anak cucu kita masih dapat merasakan hijaunya pepohonan, rimbunya hutan dan segarnya udara. AYOK KITA BERINVESTASI ENERGI UNTUK BUMI KITA......
  

Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina.


READ MORE - Investo! "Investasikan Energimu untuk Bumi"

Belanda Genjot Investasi Energi Terbarukan


JAKARTA - Pemerintah Belanda akan berusaha untuk menarik para investor lokal agar mau berinvestasi di sektor renewable energy.

"Kami akan berusaha menarik investor dari tempat kami untuk berinvestasi di Indonesia khususnya di sektor energi terbarukan," kata Deputy Head of Mission of the Royal Netherland Annemieke Ruigrok, yang ditemui dalam Seminar Nasional Casindo, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (25/10/2011).

Menurutnya, sudah banyak investor yang dia jajaki namun belum tahu kepastiannya kapan akan mulai rencana investasi ini. "Sudah banyak namun mereka belum memastikan kapan dan berapanya," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Waryono Karyo mengungkapkan pintu untuk investor asal Belanda akan dibuka seluas-luasnya. Oleh karena itu, Kementerian ESDM sedang berupaya merangkul para investor.

"Untuk investasi, the door is open. Oleh karena itu Kita sedang rangkul dia. Saya harapkan investasi dari Belanda," ujar Waryono.

Dia juga menambahkan, dia ingin mengembangkan energi ini terlebih dahulu agar bisa dipakai oleh seluruh rakyat Indonesia. "Kami coba kembangkan dulu. Nanti kan bisa dipakai untuk semuanya," tambahnya.

Menurutnya, energi ini sudah diamanatkan oleh presiden agar Kementerian ESDM jadi segera dioptimalkan dan dijaga sebaik mungkin agar anak cucu bangsa Indonesia bisa merasakan hasilnya. "Presiden kan mengamanatkan ke kita. Maka kita jaga supaya nanti bisa dipakai anak cucu kita. Kalau tidak melaksanakannya nanti kita berdosa dong," pungkasnya.

 Source :  http://economy.okezone.com/read/2011/10/25/19/520051/belanda-genjot-investasi-energi-terbarukan

Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina

READ MORE - Belanda Genjot Investasi Energi Terbarukan

Norwegia Tertarik Investasi Energi Air

TEMPO.CO, Jakarta:-- Sejumlah investor dari Norwegia tertarik menanamkan modalnya di sektor energi air atau hydropower di Makassar, Sulawesi Selatan. "Saya menyambut baik itu. Tak hanya Norwegia, banyak lagi investor yang tertarik," kata Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Rabu 28 September 2011.

Menurut Zulkifli, investasi ini bakal menjadi proyek skala menengah untuk jangka panjang. Pengembangan proyek secara produksi dan cakupannya menjadi investasi dan alih teknologi. Norwegia menyumbang 80 persen energi dari keseluruhan potensi energi air di dunia.

Dosen ahli dari Institut Teknologi Bandung, Surna Tjahja Djajadiningrat, mengatakan potensi energi air di Tanah Air terbilang tinggi, mencapai 75 ribu megawatt. Potensi tersebut secara teori tersebar di 1.315 lokasi. Sayangnya, potensi energi air yang besar ini belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dari total energi air 75 ribu MW, sedikitnya 34 ribu MW dapat dikembangkan untuk pusat pembangkit listrik dengan kapasitas di atas 100 MW. Tenaga air tersebut dapat dibagi lagi menjadi skala besar, yakni di atas 10 MW, dan skala mini sekitar 200 kilowatt hingga 10 MW.

Hingga 2000-an, pemanfaatan tenaga air berskala besar untuk pembangkit listrik di Indonesia baru mencapai 4.208 MW atau sekitar 5,6 persen dari potensi yang ada. Di Pulau Jawa saja pemanfaatannya baru 53 persen atau sebesar 2.389 MW.


Sebetulnya potensi energi air bukan hanya di Makassar. Awal tahun ini Direktur Utama PT PLN Dahlan Iskan menggandeng Presiden China Huadian Engineering Co Ltd Internasional Company, Mr Li Lin Wei, untuk melaksanakan studi pengembangan potensi tenaga air Sungai Yawei, Papua.

Lokasi tersebut bakal menjadi PLTA terbesar di Indonesia. Papua dikenal dengan potensi sumber daya alam yang sangat melimpah, termasuk potensi tenaga air. PLN berencana mengembangkan potensi Sungai Yawei, yang terletak lebih-kurang 70 kilometer di sebelah barat Timika, ibu kota Kabupaten Mimika, Papua.

Zulkifli menambahkan, selain energi air, Indonesia memiliki potensi besar energi panas bumi. Ihwal potensi energi panas bumi atau geotermal), Zulkifli menyatakan, setidaknya sudah ada 15 mitra yang berencana berinvestasi di sektor energi alternatif itu.

Karena itulah pemerintah telah melakukan penyesuaian regulasi untuk mengatasi hambatan tersebut dengan melahirkan peraturan Menteri Kehutanan yang baru. Ini untuk memberi legalitas hukum terhadap pemanfaatan energi panas bumi di kawasan konservasi hutan.

Sumber panas bumi setidaknya terdapat di 70 daerah dengan potensi 19.658 MW. Namun baru 4 persen atau 802 MW yang dimanfaatkan. Energi panas bumi bersumber dari jalur vulkanik di sepanjang Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, kepulauan di Laut Banda dan Halmahera, hingga Sulawesi.

Source :  http://www.tempo.co/read/news/2011/09/29/090358887/Norwegia-Tertarik-Investasi-Energi-Air
Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina
READ MORE - Norwegia Tertarik Investasi Energi Air

Investasi Energi Alternatif Kembali ditawarkan


JAKARTA:Pemerintah Indonesia akan menawarkan negara maju yang tergabung dalam kelompok G-20 untuk  bekerja sama menggali potensi energi alternatif yang ada di Indonesia, di antaranya geothermal.

Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah mengatakan  tawaran untuk ekrja sama tersebut akan dikemukakan oleh Indonesia saat menghadiri perhelatan kelompok G-20 di Cannes, Prancis dan APEC, di Honolulu, Hawaii yang keduanya akan terselenggara pada November ini.

“Kita ingin menekankan kerja sama dengan anggota G-20 dan APEC nantinya. Bagaimana kita bisa menggali potensi  energi alternatif  yang ada di Indonesia,” kata Teuku menjawab pertanyaan wartawan  di Istana Merdeka hari ini.

Dia mengatakan saat kehadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Asia Pacific Economic Cooperation pada November di Hawaii, SBY juga akan diminta berbicara khusus mengenai masalah energi.

Kaitannya, ujar dia, untuk memberikan gambaran bagaiamana tantangan yang dihadapi Indonesia sebagai negara berkembang yang mesti memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat.

Sebagai negara berkembang kebutuhan energi terus mengalami peningkatan. Pembangunan juga harus ditopang dengan energi.
 
Tidak merusak
Dan pemerintah mesti memastikan tak ada eksploitasi dari energi, tapi sebaliknya menciptakan sumber energi yang tidak merusak lingkungan, salah satunya adalah energi panas bumi.

Apalagi, ujarnya, Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki aset geothermal  terbesar yang sekarang ini baru dimanfaatkan di bawah 5%.

“Bagaimana kita bisa mendorong  eksplorasi lebih besar [dari] potensi geothermal. Menciptakan satu sumber  energi yang tidak merusak lingkungan, tapi dari sisi lain tidak menyebabkan  kemandekan pertumbuhan ekonomi.  Jadi itu tantangan kita sebagai negara berkembang,” kata Teuku.

source :  http://www.bisnis.com/articles/investasi-energi-alternatif-kembali-ditawarkan
Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina
READ MORE - Investasi Energi Alternatif Kembali ditawarkan

Korsel Minat Investasi Energi Terbarukan Di Indonesia

EBTKE-- Negeri gingseng Korea Selatan melirik peluang investasi energi terbarukan di Indonesia. Hal itu dikatakan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Widjajono Partowidagdo seusai pertemuan antara Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Kim Yung Sun dan Menteri ESDM beserta Wamen ESDM, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin sore, 14 November 2011.

"Korsel berminat investasi di Indonesia, tidak hanya di Jakarta tapi daerah-daerah juga. Tidak hanya listrik tapi juga energi terbarukan," ujar dia.
Menurut dia, pemerintah Korsel sangat konsen investasi di sektor energi. Hal itu dibuktikan melalui minatnya terhadap pembanguan receiving terminal LNG di Belawan Medan Sumatera Utara dan di Semarang. "Korsel welcome sekali dengan pembangunan receiving terminal tersebut. Bahkan yang di Semarang mereka juga open," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Yong Sun mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat potensial untuk berinvestasi khususnya di sektor energi. "Kita ingin kerjasama di bidang energi dan pembangkitan dan ini menjadi bagian dari agenda kami terutama dalam KTT Asean di Bali nanti," tambah Kim Young Sun.
Menurut Kim, pengembangan energi terbarukan di Indonesia sangat potensial sekali mengingat Korea Selatan memiliki teknologi tersebut. "Renewable energi itu sangat kompetitif dengan teknologi kita. Namun begitu berapa jumlah investasinya kita belum bicarakan. Kita hanya bicarakan yang general saja," tukas Kim Young Sun.
Kim Young Sun menambahkan bahwa Minggu ini Presiden Korea Selatan akan mengunjungi Bali dalam rangka KTT Asean guna melakukan pembicaraan lebih lanjut.
Selain berinvestasi di sektor energi pemerintah Korea Selatan juga tertarik mengembangkan industri elektronik, garmen, sepatu dan industri baja.
Pertemuan Bilateral Indonesia-Korea Selatan dimulai pada tahun 1979. Hingga tahun 2006 RI dan Korea telah melaksanakan pertemuan bilateral sebanyak 21 kali dalam bentuk Joint Committee on Energy.
Pada tanggal 4 Desember 2006 di Hotel Mulia, Jakarta kedua negara melaksanakan pertemuan Joint Committee on Energy ke-22. Dalam pertemuan tersebut kedua negara sepakat untuk lebih meningkatkan dan mengintensifkan kerjasama sektor energi dan sumber daya mineral yang melibatkan pihak swasta kedua negara. Hal ini ditandai dengan adanya kesepakatan pembentukan Indonesia – Korea Energy Forum (IKEF) melalui penandatanganan MoU antara Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, Indonesia dan Ministry of Commerce, Industry and Economy, Korea. Energy Forum dimaksud diharapkan menjadi wadah baru bagi kerjasama RI – Korea sektor ESDM di masa mendatang menggantikan Joint Committe on Energy. Ditjen Migas bertindak selaku focal point kegiatan kerjasama tersebut.
 IKEF telah terlaksana sebanyak empat kali. Penyelenggaraan IKEF pertama dilaksanakan pada tanggal 25 Juli 2007 di Seoul, Korea Selatan. Dalam forum ini dicapai kesepakatan kerjasama investasi sebesar US$ 8,45 Milyar yang terdiri dari 8 proyek, dan ditandatangani 2 MoU.
IKEF ke-2 dilaksanakan pada tanggal 15 Oktober 2008 di Jakarta, Indonesia. Petemuan membahas dan mendiskusikan tiga tema utama, yakni “Oil and Gas”; “Coal and Minerals”; dan “Electricity, New and Renewable Energy”.
Penyelenggaraan IKEF ke-3 dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 2010, di Seoul, Korea Selatan. Pada Pertemuan diketahui beberapa kerja sama potensial untuk dikembangkan di masa depan diantaranya adalah pengembangan tambang batu bara di Provinsi Jambi, Sumatera,  kegiatan Research and Development, Revamping Kilang, minyak pelumas berbasis tanaman, kerja sama dalam bidang survey, inspeksi, dan laboratorium pengujian dalam bisnis migas dan kimia, Pengembangan IPP Mulut Tambang, kerja sama Joint Research and Development dalam biofuel, Li-ion Baterai untuk Mobil Listrik dan Hybrid, Hydrogen Fuel Cells, Super Aspal, dan Bahan Kimia untuk EOR.
Selanjutnya, pertemuan The 4th Indonesia – Korea Energy Forum pada tanggal 30 Juni s.d. 1 Juli 2011 di Hotel JW Marriot, Jakarta, hasil-hasil antara lain, Delri menyampaikan peluang-peluang yang terdiri dari kegiatan pengembangan, pengolahan, pembangunan infrastruktur bidang energi dan sumber daya mineral termasuk program-program sektor energi yang menjadi bagian dalam Master Plan of Acceleration and Expansion of Indonesia Economic Development 2011-2015 dan Pihak Korea menyampaikan usulan kerjasama dalam pembangunan proyek-proyek energi dan mineral di Indonesia seperti mega proyek CNG yang meliputi pengembangan lapangan gas stranded, fasilitas transportasi dan penyimpanan CNG serta pembangunan pabrik gas amonia. Selain itu, pihak Korea juga mengharapkan kerjasama dalam hal FSRU terminal construction, pengembangan CBM, eksplorasi bijih tembaga di Flores, usulan MoU mengenai proyek solar power serta mengenai status pengembangan energi baru terbarukan Korea.

Source :  http://www.ebtke.esdm.go.id/berita/428-korsel-minat-investasi-energi-terbarukan-indonesia.html
Kompetisi Web Kompas MuDA & Pertamina
READ MORE - Korsel Minat Investasi Energi Terbarukan Di Indonesia